PENERAPAN ANT-COLONY OPTIMIZATION PADA FITUR EVAKUASI GEMPA BMKG

  • Iffa Dwi Maulidina Institut Teknologi Telkom Purwokerto
  • Sarah Astiti Institut Teknologi Telkom Purwokerto
  • Jihan Kumala Institut Teknologi Telkom Purwokerto
  • Intan Yulita Wibowo Institut Teknologi Telkom Purwokerto
  • Reka Juliyana Institut Teknologi Telkom Purwokerto
Keywords: Ant Colony Optimization, SAW, Jalur Evakuasi

Abstract

Agar dapat menghemat waktu untuk sampai di tempat tujuan, penggunaan rute terdekat menjadi pilihan terutama pada saat keadaan darurat seperti evakuasi bencana. Penggunaan rute terdekat untuk menentukan jalur evakuasi merupakan pengamanan yang diperlukan terutama oleh masyarakat dengan daerah yang mempunyai potensi bencana tinggi. Dengan adanya penambahan fitur notifikasi jalur evakuasi terdekat pada aplikasi BMKG, maka akan memudahkan masyarakat mendapatkan peringatan dan sesegera mungkin melakukan evakuasi ke lokasi yang sudah direkomendasikan oleh maps dengan menampilkan pilihan rute jalur terdekat untuk menuju lokasi evakuasi. Ant Colony Optimization (ACO) merupakan salah satu cara untuk mencari perhitungan dengan jalur paling baik melalui graf dengan teknik probalistik, algoritma ini terinspirasi dari koloni semut yang mencari makan. Simple Additive Weighted (SAW) merupakan metode pencarian jumlah terbobot dari rating kinerja setiap alternatif di semua atribut yang digunakan untuk menyelesaikan masalah Multi-Attribute Decidision Making (MADM). Pada penelitian ini, kami mencoba menambahkan satu fitur baru pada aplikasi BMKG yang telah ada sebelumnya, yaitu fitur jalur evakuasi berbasis android dan IOS. Fitur ini berfungsi untuk memberi notifikasi ketika terjadi suatu bencana serta menampilkan jalur evakuasi tercepat, dalam penelitian ini kami contohkan bencana gempa bumi dengan mengkombinasikan metode Algoritmr Ant Colony Optimization (ACO) dengan Simple Additive Weighting (SAW). Metode pengembangan sistem yang penulis gunakan yaitu metode System Development Life Cycle (SDLC) Waterfall serta rancangan sistem berbasis Object Oriented.Pada penelitian ini, IT Telkom Purwokerto merupakan node awal dan Lapangan KarangAnya, Pancurawis menjadi node akhirnya (titik evakuasi). Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan didapatkan hasil rute terpendek pada titik 1-10-6-7-8-9 dengan panjang rute 0,846 m.

References

[1] Abusini, S., Sukmarini, M., Karim, C. 2019. Ant Colony Optimization With Double Selections For Solving Integrated Scheduling Problem In Manufacturer. Journal Of Engineering And Management In Industrial System. 7(1): 26-34.
[2] Nurlaelasari, E., Supriyadi., Lenggana, T. 2018. Penerapan Algoritma Ant Colony Optimization Menentukan Nilai Optimal Dalam Memilih Objek Wisata Berbasis Android. Jurnal Simetris. 9(1): 287-298.
[3] Siyamtining, Y., Prijodiprodjo, W. 2013. Aplikasi Pencarian Rute Terbaik dengan Metode Ant Colony Optimization (ACO). IJCCS. 7(1): 55-64.
[4] Zarman A., Irfan, M. 2016. Implementasi Algoritma Ant Colony Optimization Pada Aplikasi Pencarian Tempat Ibadah di Bandung. JOIN. 1(1): 6-12.
Published
2020-03-16
How to Cite
Maulidina, I., Astiti, S., Kumala, J., Wibowo, I., & Juliyana, R. (2020). PENERAPAN ANT-COLONY OPTIMIZATION PADA FITUR EVAKUASI GEMPA BMKG. Conference on Electrical Engineering, Telematics, Industrial Technology, and Creative Media (CENTIVE), 2(1), 185-197. Retrieved from http://conferences.ittelkom-pwt.ac.id/index.php/centive/article/view/100
Section
Articles